Minggu, 29 Desember 2019

tips membaca puisi mudah agar siap pentas

Panduan Pemula | Cara Membaca Puisi yang Baik dan Benar di atas Pentas

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui saat membaca puisi (dikutip dari wikipedia) diantaranya :

  1. Ketepatan ekspresi/mimik
  2. Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
  3. Kejelasan artikulasi

Saya ingin menguraikannya untuk Anda.

Untuk seorang pemula, teknik dan cara membaca puisi yang baik merupakan hal yang wajib dipahami agar ketika membawakan puisi bisa lebih sempurna.

Lebih jelasnya silahkan simak terus artikel ini,

1. Ketepatan ekspresi/mimik

cara membaca puisi
(Sumber Gambar : www.google.co.id)

Ekspresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.

Keduanya sangat penting saat membawakan sebuah karya puisi.

Seorang pembaca puisi tentu saja harus dapat menyesuaikan ekspresi dan mimik wajah sesuai dengan isi yang terkandung dalam puisi tersebut.

Ketika puisi yang dibawakan bernada sedih maka ekspresi si pembaca harus memperlihatkan ekspresi dan mimik kesedihan.

Atau jika puisi yang dibawakan bernada marah, gembira atau senang maka Anda harus menyesuaikannya.

Kelihatannya memang sepele, namun hal ini sangat penting untuk dipahami dan pada akhirnya dilakukan saat membaca puisi di atas pentas.

Ketepatan ekspresi dan mimik dalam membaca puisi saat tampil merupakan satu keharusan yang berguna untuk menggambarkan dan menyampaikan isi dari cerita di dalam puisi tersebut terhadap pemirsa atau penonton.

2. Kinesik yaitu gerak anggota tubuh

cara membaca puisi
(Sumber Gambar : www.google.co.id)

Gerak anggota tubuh saat membawakan puisi juga tidak kalah penting selain ekspresi dan mimik yang harus Anda perhatikan.

Bayangkan, ketika Anda harus membawakan sebuah puisi dengan nada bahagia namun gerakan Anda tidak memperlihatkan kebahagiaan.

Maka sudah pasti makna dan arti dari puisi tersebut tidak tersampaikan.

Ini yang dikhawatirkan.

Makna puisi bisa didapat dari kinesik atau gerakan anggota tubuh Anda. Untuk itu, perhatikan dan sesuaikan gerakan tubuh Anda dengan kandungan puisi yang Anda baca.

3. Kejelasan Artikulasi

Artikulasi adalah perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa.

Daerah artikulasi terbentang dari bibir luar sampai pita suara, di mana fonem-fonem terbentuk berdasarkan getaran pita suara disertai perubahan posisi lidah dan semacamnya.

Ada beberapa jenis artikulasi menurut para ahli.

Namun karena pada uraian ini tentang cara membaca puisi, maka saya hanya ingin menjelaskan mengenai artikulasi yang berhubungan dengan vocal atau artikulasi suara.

Artikulasi vocal adalah perubahan saluran yang terjadi di dalam ruang dan rongga saluran suara sehingga dapat menyebabkan bunyi yang dihasilkan menjadi lebih jelas dan nyata ketika didengar.

Inilah pentingnya artikulasi vocal dalam membaca puisi.

Ketika kata per kata menjadi sebuah kalimat yang indah dalam membacakan puisi, maka akan sangat sempurna jika penyampaian kalimat tersebut memperhatikan artikulasinya yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata

Sehingga kalimat tersebut menjadi sangat jelas dan terdengar begitu nyata di telinga pemirsa atau penonton yang hadir. Hal ini juga yang menyebabkan arti dan makna puisi tersebut lebih mudah ditangkap.

Ada 2 hal penting artikulasi dalam membaca puisi yang harus dipahami

1. Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.

Timbre adalah suatu sifat dari suara manusia atau instrumen karena beda intensitas dan banyaknya harmonic dan sub harmonic  sehingga dapat membedakan instrumen yang satu dengan instrumen yang lain.

Timbre dalam seni musik sering juga disebut dengan warna suara.

Dalam membaca puisi, pemahaman timbre adalah penting yaitu untuk memperdalam ucapan, menimbulkan rasa, dan menimbulkan bayangan angan yang jelas sehingga menimbulkan suasana yang khusus dan sebagainya.

2. Intonasi atau lagu suara

Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :

  1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
  2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
  3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Ketika Anda telah menguasai cara membaca puisi dengan benar, maka saat membacakan bait puisi di atas pentas pun tentu saja akan bisa lebih mudah menyampaikan makna dan arti yang terkandung dalam puisi yang dibawakan.

Sehingga pemirsa dapat merasakan dan mudah menerima pesan dari puisi tersebut.

5 komentar: