Tutorial mendongeng
Bentukansagitafs
Jumat, 09 Oktober 2020
Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra
Berikut adalah model pembelajaran bahasa dan sastra
https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2015/11/29/model-pembelajaran-bahasa-dan-sastra/
Rabu, 07 Oktober 2020
Cerita Roro Jonggrang Legenda Candi Prambanan
Cerita Roro Jonggrang Legenda Candi Prambanan
Bagi anda yang sudah pernah ke candi Prambanan, apakah sudah tahu cerita rakyat tentang candi tersebut? Jika belum yuk baca cerita Roro Jonggrang legenda Candi Prambanan berikut ini.
Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan sangat besar bernama Prambanan. Rakyat Kerajaan Prambanan hidup dengan makmur dan damai di bawah kepemimpinan raja bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Prambanan juga tunduk dan sangat menghormati kepemimpinan Prabu Baka.
Sementara itu, di wilayah lain terdapat satu kerajaan yang tidak kalah besar dari Kerajaan Prambanan, nama kerajaan itu adalah Kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut sangat terkenal arogan dan selalu ingin memperluas wilayah kekuasaan. Kerajaan Pengging memiliki seorang kesatria sakti bernama Bondowoso.
Ia memiliki senjata yang sangat sakti bernama Bandung, dengan begitu ia sangat terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Tidak hanya mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga memiliki pasukan tentara berupa jin. Bala tentara jin tersebut ia gunakan untuk membantunya dalam menyerang kerajaan lain dan juga memenuhi segala keinginannya.
Suatu Ketika Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Esok harinya, bandung Bondowoso memanggil seluruh bala tentara jinnya dan berangkat ke Kerajaan Prambanan.
Setiba di Kerajaan Prambanan, Bandung Bondowoso dan bala tentara langsung menyerbu masuk ke dalam Kerajaan Prambanan. Tanpa adanya persiapan membuat Raja Baka dan pasukannya kalang kabut, dan para perang ini membuat Prabu Baka dan pasukannya tewas. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan.
Kabar keberhasilan Bandung Bondowoso didengar oleh Raja Pengging dan merasa sangat bahagia. Raja Pengging pun mengutus Bandung Bondowoso untuk menempati Kerajaan Prambanan dan mengurus segala isi Kerajaan tersebut termasuk keluarga Raja Baka.
Pada saat Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan, ia melihat seorang wanita yang cantik jelita. Wanita tersebut adalah putri dari Prabu Baka bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso menaruh hati kepada Roro Jonggrang saat melihatnya. Tanpa pikir panjang, Bandung Bondowoso memanggil Ror Jonggrang dan melamarnya.
“Wahai Roro Jonggrang yang cantik jelita, bersediakah engkau menjadi permaisuriku?” tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Roro Jonggrang terdiam dan bingung. Ia sangat benci melihat Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahhanda yang sangat ia cintainya. Namun ia juga takut untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelag Roro Jonggrang berfikir sejenak, ia menemukan satu cara agar Bandung Bondowoso tidak jadi untuk menikahinya.
“baiklah aku menerima lamaranmu, Bandung Bondowoso. Namun setelah kamu memenuhi satu syarat dariku.” Jawah Roro Jonggang.
“Apakah Syaratmu itu wahai Roro Jonggrang?, tanya Bandung Bondowoso.
“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam”. Jawab Roro Jonggrang memberikan syarat yang ia minta.
Pada malam hari, Bandung Bondowoso mengumpulkan semua bala tentara jinnya. Dalam waktu yang singkat, semua bala tentaranya sudah berkumpul. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, semua bala tentaranya kengsung membuat sumur dan membangun seribu candi dengan sangat cepat.
Melihat kecepatan bala tentara Bandung Bondowoso dalam membangun candi dan membuat sumur, membuat Roro Jonggrang merasa ketakutan dan gelisah. Dalam dua per tiga malam, hanya tinggal tiga buah candi dan satu sumur yang belum terselesaikan.
Roro jonggrang berfikir keras bagaimana cara menggagalkan pembangunan candi dan membuatnya tidak jadi menikah dengan Bandung Bondowoso. Jika syarat tersebut tidak dipenuhi tentunya pernikahan mereka tidak akan terlaksana. Roro Jonggang berpikir sangat keras untuk menggagalkannya.
Setelah berpikir keras, akhirnya me
mbuahkan hasil yakni sebuah ide yang sangat cemerlang. Ia akan membuat suasana menjadi seperti pagi, dengan begitu para jin akan berhenti membuat candi karena hari sudah pagi.
Roro Jonggrang pergi untuk mengumpulkan para dayang-dayang yang ada di dalam istana Prambanan. Para dayang-dayang tersebut ia beri tugas untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga berbau semerbak mewangi.
Mendengar perintah Roro Jonggrang, para dayang-dayang segera membakar beberapa jerami. Tidak berselang lama langit tampak kemerahan dan lesung pun mulai untuk dibunyikan. Bau harum dari bunga yang disebar mulai tercium dan membuat para ayam mulai berkokok.
Melihat langit berwarna kemerahan, lesung berbunyi dan bau harum bunga, membuat bala tentara jin Bandung Bondowoso pergi meninggalkan pekerjaan. Mereka berpikir bahwa hari telah beranjak pagi, dan mereka pun harus segera pergi.
Melihat balatentaranya pergi membuat Bandung Bondowoso marah dan berkata “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah dan selesaikan pembangunan candi ini!”. Bandung Bondowoso menyuruh bala tentaranya untuk kembali dan menyelesaikan. Karena hari belum pagi, dan itu semua adalah perbuatan Roro Jonggrang untuk membuat suasana seperti pagi.
Para bala tentara Bandung Bondowoso tetap pergi dan tidak menghiraukan perintah darinya. Bandung Bondowoso sangat kesal dan menyelesaikan sendiri sisa pembangunan candi. Namun sebelum Bandung Bondowoso selesai membangun sisa candi, hari sudah beranjak pagi. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat yang diberikan Roro Jonggrang untuk menikahi putri Prabu Baka tersebut.
Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso dalam membuatkannya seribu candi dan dua sumur, membuat Roro Jonggrang sangat bahagia dan menghampiri Bandung Bondowoso. Ia berkata “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso.”
Mendengar ucapan Roro Jonggrang tersebut, membuat kemarahan Bandung Bondowoso semakin besar. Dengan nada yang keras Bandung Bondowoso berkata “Kau yang curang Roro Jonggrang. Kamulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi yang sedang aku bangun. Untuk itu, aku kutuk kau menjadi arca yang ada di dalam candi keseribu!!!” teriak Bandung Bondowoso dengan nada keras.
Dengan kesaktian yang dimiliki oleh Bandung Bondowoso, Roro Jonggang pun menjadi arca keseribu dari Candi seribu yang ia syaratkan kepada Bandung Bondowoso. Keseribu candi ini berada di Candi Prambanan, dan arca Roro Jonggrang dikenal dengan candi Roro Jonggarang diantara seribu candi lainnya yang diberi nama candi sewu.
Candi Roro Jonggang yang merupakan wujud arca dari Roro Jonggrang sampai saat ini masih bisa anda temukan di Lokasi Candi Prambanan. Disini anda akan melihat Candi Roro Jonggrang dikelilingi oleh candi-candi lain yang dibangun oleh para bala tentara jin Bandung Bondowoso.
Cerita rakyat sangatlah penting, karena akan menambah pengetahuan anda semua tentang sejarah masa lalu negara Indonesia. Di saat mengunjungi tempat wisata bukan hanya menikmati wisatanya saja, namun juga sangat bagus mengetahui sejarah tempat tersebut seperti cerita Roro Jonggrang legenda Candi Prambanan di atas
Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar
Squad, apa kamu pernah membuat puisi? Tentu pernah 'kan? Baik itu tugas sekolah atau hanya hobi kalian saja. Setelah mengetahui pengertian serta unsur pembangun puisi, sekarang kita akan membahas bagaimana langkah-langkah membuat puisi. Mungkin banyak yang berpikiran bahwa sepertinya membuat puisi itu mudah, namun pada nyatanya banyak yang harus diperhatikan agar puisi itu sendiri menarik saat dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca. Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar? Yuk, kita pelajari.
1. Tentukan Tema dan Judul
Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita menentukan temanya, yaitu kesetiaan.
2. Menentukan Kata Kunci
Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi kesetiaan, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan keabadian tersebut. Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.
3. Menggunakan Gaya Bahasa
Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Salah satunya adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora misalnya.
4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin
Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.
Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:
- Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu
- Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir
- Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan

Nah, setelah mengikuti langkah-langkah membuat puisi tadi, maka berikut puisi yang dapat dihasilkan sebagai contohnya.
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari
Karya : Sapardi Djoko Damono
Contoh Soal
1. (Soal UN 2015)
Langkah-langkah Membuat Puisi
- Menentukan gaya puisi
- ........................................
- Membayangkan suasana
- Menggunakan gaya bahasa
- Kembangkan puisi seindah mungkin
- Menulis puisi
Langkah yang tepat untuk mengisi titik-titik pada nomor 2 adalah....
- Menentukan tema dan judul
- Membuat puisi
- Membuat kerangka
- Menyusun rima
- Menentukan nada
Jawaban : A
Pembahasan :
Langkah-langkah Membuat Puisi :
- Menentukan gaya puisi
- Menentukan tema dan judul puisi
- Membayangkan suasana
- Menggunakan gaya bahasa
- Kembangkan puisi seindah mungkin
- Menulis puisi
Setelah menentukan gaya puisi yang hendak dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tema dan judul. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.
2. Soal 2
Bacalah kutipan puisi berikut.
Sinabung
Berbulan meronta
Porak-porandakan seisi kota
Saat itu kau termenung
Pukul sepuluh asap membumbung
Abu bergulung mengepung
Saudaraku datang disambut digulung
Akhirnya berkabung seisi kampung
Tema puisi tersebut adalah ...
- Meletusnya Gunung Sinabung
- Korban letusan Sinabung
- Abu Sinabung menutup kampung
- Kehancuran kampung Sinabung
- Asap Sinabung
Jawaban : A
Pembahasan : Puisi tersebut berjudul Sinabung dan menggambarkan suasana Gunung Sinabung yang hendak meletus. Jadi, pilihan yang tepat untuk tema puisi terseut adalah meletusnya Gunung Sinabung.
Sekarang sudah tahu 'kan Squad bagaimana cara membuat sebuah puisi yang indah dan enak dibaca. Ingin belajar mengenai puisi lebih lengkap dan seru? Yuk, berlangganan ruangbelajar. Kamu bisa belajar lewat video animasi, soal latihan, dan rangkuman berupa infografis #BelajarJadiMudah.
Rabu, 01 Januari 2020
Didi Kempot Bangga Karyanya Diapresiasi Anak Muda dan Mahasiswa
Tak hanya kalangan orang tua saja, lagu-lagu Didi Kempot juga menjadi favorit bagi para anak muda generasi milenial. Terbukti dari setiap penampilan panggungnya, barisan depan selalu ramai diisi oleh para Sad Boys dan Sad Girls (sebutan bagi penggemar Didi Kempot) dari kalangan anak-anak muda.
Yang terbaru adalah saat Didi Kempot mengisi acara di acara Big Bang Jakarta 2019, beberapa waktu lalu. Hal itu jelas membuat Didi Kempot bangga karena karyanya dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.
Senin, 30 Desember 2019
narasi Gita part II
Semoga kalian enjoyy👌

![[Fimela] Didi Kempot](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/HpBd1FoLO4g9Ieng5x1BoUMXjBw=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2990189/original/043335600_1575824965-didi_kempot-20191207-011-bayu.jpg)