puisi Fiersa Besari – Zona Pertemanan
Aku ingat pertama kali melihatmu
kau hadir dalam hidupku tanpa permisi
erputar bagai gasing dipikiranku
entah kau milik siapa
ceritakanlah tentang harimu
berbincanglah sampai salah satu dari kita tertidur
aku tidak akan bosan dengan semua yang kau ketik
betapa sering aku menduga duga
adakah kode yang tersirat dalam kolom chat kita?
aku tidak mau berdrama
tapi aku tidak bisa mengeluarkanmu dari kepalaku
aku tergila gila hingga tak tahu lagi mesti berbuat apa
ini semacam hasrat purba yang lebih tua dari manusia
jika kau percaya akan jodoh mungkin ini adalah contohnya
dan aku tidak berbicara perihal parasmu tau apa yang engkau punya
ada sesuatu tentangmu yang membuatku baik baik saja,
entah apa,
engkau selalu membuatku jujur mengenai segala hal,
kecuali satu; perasaanku.
andai saja aku mampu memberitahumu
tapi aku takut akan reaksimu yang tidak sesuai,
dengan imajinasiku selama ini
bukankan fiksi lebih meninanabobokan dibandingkan kenyataan
bukankah kita adalah dua orang yang terlanjur menikmati berkubang dalam zona pertemanan
tubuh kita berlumur harapan palsu
tanganku menggapai gapai mencari jalan keluar
sementara tanganmu mencegahku kemana mana
tunggu sebentar , izinkan aku keluar dari zona pertemanan kita sejenak
akan kutunjukan padamu gerbang menuju dunia paralel
mari ikut aku kesanan
di dunia paralalel aku tidak perlu repot repot menyatakan apapun
kau akan setuju untuk bersanding denganku tanpa perlu ada serentetan peristiwa yang membuat kita pelik
aku akan menjadi bumi untuk mentarimu,
lirik untuk lagunu
hujan untuk bungamu
didunia paralel keadaannya akan jau berbeda
walau begitu , kau tahu aku akan menjadi orang yang sama,
yang merindukanmu dengan sederhana ,
mengejarmu dnegan wajar ,
menyayangimu dengan luar biasa,
dan menyakitimu dengan mustahil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar